Dewan Minta Pemerintah Berau Atur Jam Operasional Ritel: “Beri Ruang Untuk Warung Kecil Bertahan”

img

POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Maraknya ritel nasional yang beroperasi hingga ke pelosok Berau membuat Anggota DPRD di Komisi II, Sutami, mengusulkan pengaturan jam operasional agar pelaku UMKM dan warung kecil tetap memiliki ruang bersaing.

 

“Saya melihat di kampung, ada ritel yang buka dari jam enam pagi sampai sebelas malam. Sementara warung kecil baru buka setelah itu, tentu mereka tidak punya peluang bersaing,” katanya.

 

Sutami menyarankan agar Pemerintah Daerah menetapkan aturan jam buka dan tutup bagi ritel agar lebih adil. “Idealnya buka jam delapan pagi dan tutup jam sembilan malam. Ini untuk memberi kesempatan warung kecil tetap mendapat pelanggan,” ujarnya.

 

Selain soal jam operasional, Sutami juga mendorong agar ritel nasional wajib memberi ruang bagi produk-produk UMKM lokal.

 

“Ritel bisa menjual hasil produksi masyarakat, asal memenuhi standar. Ini solusi agar mereka bisa tumbuh bersama,” jelasnya.

 

Politisi Komisi II itu menegaskan, langkah pengaturan ini bukan untuk membatasi investasi, melainkan menjaga keseimbangan ekonomi daerah. “Kalau tidak diatur, lama-lama yang bertahan hanya ritel besar. UMKM akan punah, dan itu bahaya bagi ekonomi lokal,” tutupnya.

 

Seperti diketahui maraknya ekspansi ritel nasional hingga ke wilayah pesisir dan Kampung-kampung di Kabupaten Berau saat ini. Mendapat perhatian Anggota DPRD Berau.

 

Sutami, menilai, dalam setahun terakhir, kehadiran ritel modern itu telah menimbulkan dampak serius bagi pelaku UMKM dan warung tradisional. Sekarang hampir di setiap kecamatan dan kampung sudah ada ritel nasional. Akibatnya, banyak warung kecil yang kehilangan pelanggan bahkan terpaksa tutup.

Menurutnya, masyarakat di Kampung kini cenderung berbelanja di ritel modern karena tampilannya yang menarik, pelayanan nyaman, dan kelengkapan barang layaknya supermarket. Ritel di kampung kini sudah menjual hampir semua kebutuhan masyarakat dari sembako, buah, sayur, hingga membuka outlet kopi.  (sep/FN/Advertorial)